Tuesday, August 19, 2014

cukur 4

kehidupan akan foredi mencermikan akan kemurnian leluhur, begitu juga...





secara alami kebahagiaan jamu kuat juga merupakan pengoabatan yang....



begitupula dengan obat ejakulasi dini merupaHadirnya pisau cukur listrik tidakHadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000Hadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita. buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita. terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krimHadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.
Hadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita.
Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita.ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun denganHadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita. pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 Hadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923.Hadirnya pisau cukur listrik tidak terlepas dari peran Jacob Schick, seorang tentara Amerika serikat yang berdinas di Alaska, yang harus mengorek salju untuk membasahi siletnya, sedangkan bercukur tanpa sabun, krim ataupun air akan menimbulkan rasa sakit. Kondisi inilah yang memunculkan ide untuk membuat pisau cukur kering dengan tenaga listrik. Upayanya ini memakan waktu lima tahun dengan pengorbanan yang cukup besar seperi menggadaikan rumah untuk produksinya karena tidak ada yang mau meminjamkan modal. Temuannya dipatenkan pada tahun 1923. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita. Pada tahun pertama upaya komersialnya hanya terjual sebanyak 3000 buah dan tahun berikutnya, dia mendapatkan keuntungan tipis, dan berhasil pada tahun 1937 dengan penjualan mencapai 2 juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita.juta unit.

Untuk pisau cukur listrik ini, Schick mendapatkan saingan dari Remington dan Sunbeam. Remington menciptakan alat cukur khusus untuk kaum wanita.

perawatan

cukur 3

kehidupan akan foredi mencermikan akan kemurnian leluhur, begitu juga...





secara alami kebahagiaan jamu kuat juga merupakan pengoabatan yang....



begitupula dengan obat ejakulasi dini merupaPisau cukur dengan mata pisau yang dapat diganti yang dikenal dengan pisau silet, pertamakali dibuat oleh seorang Salesman Keliling yang bernama King Gillette. Ide ini muncul dari temannya yang menemukan tutup botol sekali pakai, WillianPisau cukur dengan mata pisau yang dapat diganti yang dikenal dengan pisau silet, pertamakali dibuat oleh seorang Salesman Keliling yang bernama King Gillette. Ide ini muncul dari temannya yang menemukan tutup botol sekali pakai, Willian Painter, sehingga memikirkan peralatan rumah tangga yang selalu dipakai namun yang bersifat praktis.

Munculnya kebutuhan akan pisau cukur ketika tahun 1895, ketika Gillete akan bercukur, pisau cukurnya tumpul dan harus diasah. Dari kondisi itu mucul ide untuk membuat pisau cukur dengan mata pisau yang bisa diganti. Konsepnya sederhana hanya teknologinya yang saat itu dirasa sulit. Diperlukan waktu 6 tahun untuk menyempurnakannya dan tikan yang dihubunginya tidak bisa membuat pisau tajam dari baja yang setipis kertas dengan harga murah. Bahkan para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menganjurkan Gillette untuk melupakan produknya.

Bantuan datang dari penemu lift listrik yang dioperasikan dengan hanya menekan tombol, Professor William Nickerson yang memberikan kerjasama dan bantuannya. Hasilnya dipasarkan pertamakali tahun 1903. Pisau cukur yang praktis, aman dan dapat dibawa kemana-mana mulai dikenal dan permintaan meningkat. Pada tahun 1903, Amerika Serikat menghabiskan 300.000 alat cukur dengan 500.000 pisau siletnya.

Dalam perkebangannya, ketika pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, pemerintah memesan 3.5 juta alat cukur dengan 36 juta siletnya untuk membekali pasukannya. Pihak Sekutu atau Aliansi Amerika Serikat juga akhirnya ikut-ikutan memesan, sehingga Gillette mendapatkan keuntungannya. Namun kesederhanaan dan kepraktisannya membuat produk peralatan cukur dan pisau siletnnya mudah untuk ditiru. Sekaligus Gillette mendapat pesaing dari munculnya pisau cukur listrik. Painter, sehingga memikirkan peralatan rumah tangga yang selalu dipakai namun yang bersifat praktis.

Munculnya kebutuhan akan pisau cukur ketika tahun 1895, ketika Gillete akan bercukur, pisau cukurnya tumpul dan harus diasah. DariPisau cukur dengan mata pisau yang dapat diganti yang dikenal dengan pisau silet, pertamakali dibuat oleh seorang Salesman Keliling yang bernama King Gillette. Ide ini muncul dari temannya yang menemukan tutup botol sekali pakai, Willian Painter, sehingga memikirkan peralatan rumah tangga yang selalu dipakai namun yang bersifat praktis.

Munculnya kebutuhan akan pisau cukur ketika tahun 1895, ketika Gillete akan bercukur, pisau cukurnya tumpul dan harus diasah. Dari kondisi itu mucul ide untuk membuat pisau cukur dengan mata pisau yang bisa diganti. Konsepnya sederhana hanya teknologinya yang saat itu dirasa sulit. Diperlukan waktu 6 tahun untuk menyempurnakannya dan tikan yang dihubunginya tidak bisa membuat pisau tajam dari baja yang setipis kertas dengan harga murah. Bahkan para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menganjurkan Gillette untuk melupakan produknya.

Bantuan datang dari penemu lift listrik yang dioperasikan dengan hanya menekan tombol, Professor William Nickerson yang memberikan kerjasama dan bantuannya. Hasilnya dipasarkan pertamakali tahun 1903. Pisau cukur yang praktis, aman dan dapat dibawa kemana-mana mulai dikenal dan permintaan meningkat. Pada tahun 1903, Amerika Serikat menghabiskan 300.000 alat cukur dengan 500.000 pisau siletnya.

Dalam perkebangannya, ketika pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, pemerintah memesan 3.5 juta alat cukur dengan 36 juta siletnya untuk membekali pasukannya. Pihak Sekutu atau Aliansi Amerika Serikat juga akhirnya ikut-ikutan memesan, sehingga Gillette mendapatkan keuntungannya. Namun kesederhanaan dan kepraktisannya membuat produk peralatan cukur dan pisau siletnnya mudah untuk ditiru. Sekaligus Gillette mendapat pesaing dari munculnya pisau cukur listrik. kondisi itu mucul ide untuk membuat pisau cukur dengan mata pisau yang bisa diganti. Konsepnya sederhana hanya teknologinya yang saat itu dirasa sulit. Diperlukan waktu 6 tahun untuk menyempurnakannya dan tikan yang dihubunginya tidak bisa membuat pisau tajam dari baja yang setipis kertas dengan harga murah. Bahkan para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menganjurkan Gillette untuk melupakan produknya.

Bantuan datang dari penemu lift listrik yang dioperasikan dengan hanya menekan tombol, Professor William Nickerson yang memberikan kerjasama dan bantuannya. Hasilnya dipasarkan pertamakali tahun 1903. Pisau cukur yang praktis, aman dan dapat dibawaPisau cukur dengan mata pisau yang dapat diganti yang dikenal dengan pisau silet, pertamakali dibuat oleh seorang Salesman Keliling yang bernama King Gillette. Ide ini muncul dari temannya yang menemukan tutup botol sekali pakai, Willian Painter, sehingga memikirkan peralatan rumah tangga yang selalu dipakai namun yang bersifat praktis.

Munculnya kebutuhan akan pisau cukur ketika tahun 1895, ketika Gillete akan bercukur, pisau cukurnya tumpul dan harus diasah. Dari kondisi itu mucul ide untuk membuat pisau cukur dengan mata pisau yang bisa diganti. Konsepnya sederhana hanya teknologinya yang saat itu dirasa sulit. Diperlukan waktu 6 tahun untuk menyempurnakannya dan tikan yang dihubunginya tidak bisa membuat pisau tajam dari baja yang setipis kertas dengan harga murah. Bahkan para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menganjurkan Gillette untuk melupakan produknya.

Bantuan datang dari penemu lift listrik yang dioperasikan dengan hanya menekan tombol, Professor William Nickerson yang memberikan kerjasama dan bantuannya. Hasilnya dipasarkan pertamakali tahun 1903. Pisau cukur yang praktis, aman dan dapat dibawa kemana-mana mulai dikenal dan permintaan meningkat. Pada tahun 1903, Amerika Serikat menghabiskan 300.000 alat cukur dengan 500.000 pisau siletnya.

Dalam perkebangannya, ketika pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, pemerintah memesan 3.5 juta alat cukur dengan 36 juta siletnya untuk membekali pasukannya. Pihak Sekutu atau Aliansi Amerika Serikat juga akhirnya ikut-ikutan memesan, sehingga Gillette mendapatkan keuntungannya. Namun kesederhanaan dan kepraktisannya membuat produk peralatan cukur dan pisau siletnnya mudah untuk ditiru. Sekaligus Gillette mendapat pesaing dari munculnya pisau cukur listrik. kemana-mana mulai dikenal dan permintaan meningkat. Pada tahun 1903, Amerika Serikat menghabiskan 300.000 alat cukur dengan 500.000 pisau siletnya.

Dalam perkebangannya, ketika pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, pemerintah memesan 3.5 juta alat cukur dengan 36 juta siletnya untuk membekali pasukannya. Pihak Sekutu atau Aliansi Amerika Serikat jugaPisau cukur dengan mata pisau yang dapat diganti yang dikenal dengan pisau silet, pertamakali dibuat oleh seorang Salesman Keliling yang bernama King Gillette. Ide ini muncul dari temannya yang menemukan tutup botol sekali pakai, Willian Painter, sehingga memikirkan peralatan rumah tangga yang selalu dipakai namun yang bersifat praktis.

Munculnya kebutuhan akan pisau cukur ketika tahun 1895, ketika Gillete akan bercukur, pisau cukurnya tumpul dan harus diasah. Dari kondisi itu mucul ide untuk membuat pisau cukur dengan mata pisau yang bisa diganti. Konsepnya sederhana hanya teknologinya yang saat itu dirasa sulit. Diperlukan waktu 6 tahun untuk menyempurnakannya dan tikan yang dihubunginya tidak bisa membuat pisau tajam dari baja yang setipis kertas dengan harga murah. Bahkan para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menganjurkan Gillette untuk melupakan produknya.

Bantuan datang dari penemu lift listrik yang dioperasikan dengan hanya menekan tombol, Professor William Nickerson yang memberikan kerjasama dan bantuannya. Hasilnya dipasarkan pertamakali tahun 1903. Pisau cukur yang praktis, aman dan dapat dibawa kemana-mana mulai dikenal dan permintaan meningkat. Pada tahun 1903, Amerika Serikat menghabiskan 300.000 alat cukur dengan 500.000Pisau cukur dengan mata pisau yang dapat diganti yang dikenal dengan pisau silet, pertamakali dibuat oleh seorang Salesman Keliling yang bernama King Gillette. Ide ini muncul dari temannya yang menemukan tutup botol sekali pakai, Willian Painter, sehingga memikirkan peralatan rumah tangga yang selalu dipakai namun yang bersifat praktis.

Munculnya kebutuhan akan pisau cukur ketika tahun 1895, ketika Gillete akan bercukur, pisau cukurnya tumpul dan harus diasah. Dari kondisi itu mucul ide untuk membuat pisau cukur dengan mata pisau yang bisa diganti. Konsepnya sederhana hanya teknologinya yang saat itu dirasa sulit. Diperlukan waktu 6 tahun untuk menyempurnakannya dan tikan yang dihubunginya tidak bisa membuat pisau tajam dari baja yang setipis kertas dengan harga murah. Bahkan para insinyur dari Massachusetts Institute of Technology menganjurkan Gillette untuk melupakan produknya.

Bantuan datang dari penemu lift listrik yang dioperasikan dengan hanya menekan tombol, Professor William Nickerson yang memberikan kerjasama dan bantuannya. Hasilnya dipasarkan pertamakali tahun 1903. Pisau cukur yang praktis, aman dan dapat dibawa kemana-mana mulai dikenal dan permintaan meningkat. Pada tahun 1903, Amerika Serikat menghabiskan 300.000 alat cukur dengan 500.000 pisau siletnya.

Dalam perkebangannya, ketika pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, pemerintah memesan 3.5 juta alat cukur dengan 36 juta siletnya untuk membekali pasukannya. Pihak Sekutu atau Aliansi Amerika Serikat juga akhirnya ikut-ikutan memesan, sehingga Gillette mendapatkan keuntungannya. Namun kesederhanaan dan kepraktisannya membuat produk peralatan cukur dan pisau siletnnya mudah untuk ditiru. Sekaligus Gillette mendapat pesaing dari munculnya pisau cukur listrik. pisau siletnya.

Dalam perkebangannya, ketika pemerintah Amerika Serikat terlibat dalam Perang Dunia I, pemerintah memesan 3.5 juta alat cukur dengan 36 juta siletnya untuk membekali pasukannya. Pihak Sekutu atau Aliansi Amerika Serikat juga akhirnya ikut-ikutan memesan, sehingga Gillette mendapatkan keuntungannya. Namun kesederhanaan dan kepraktisannya membuat produk peralatan cukur dan pisau siletnnya mudah untuk ditiru. Sekaligus Gillette mendapat pesaing dari munculnya pisau cukur listrik. akhirnya ikut-ikutan memesan, sehingga Gillette mendapatkan keuntungannya. Namun kesederhanaan dan kepraktisannya membuat produk peralatan cukur dan pisau siletnnya mudah untuk ditiru. Sekaligus Gillette mendapat pesaing dari munculnya pisau cukur listrik.


perawatan

cukur 2

kehidupan akan foredi mencermikan akan kemurnian leluhur, begitu juga...





secara alami kebahagiaan jamu kuat juga merupakan pengoabatan yang....



begitupula dengan obat ejakulasi dini merupaKehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.
Kehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.

Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.

Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.
Kehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.

Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.

Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.

selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.
selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.
Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.
Kehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.

Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.

Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.

selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.
Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.
Kehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.

Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.

Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.
Kehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.

Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.
Kehadiran pisau cukur, cukup lama sejak peradaban manusia. Hal ini dikarenakan adanya temuan-temuan berupa batu ataupun kulit kerang yang diasah pada pekuburan-pekuburan kuno. Pada zaman besi dan perunggu, alat cukur dibuat dari dua bahan ini.

Beberapa budaya bercukur ditemukan dalam berbagai peradaban. Di Mesir Kuno, pada masa Firaun, golongan masyarakat dapat dilihat dari cukuran jenggotnya. Para arkeolog juga menemukan alat cukur yang dibuat dari perunggu pada makam-makam raja-raja dan keluarga bangsawannya. Pada budaya Yunani kuno, mereka memiliki budaya cukur, namun tidak dalam kebudayaan Romawi yang menganggap budaya cukur bukanlah budaya kaum lelaki. Mereka membawa pisau cukur untuk bekal berperang untuk perkelahian satu lawan satu. Kata beard dalam yang memiliki dua arti , jenggot dan menghadapi, dalam bahasa Romawi adalah "barba". Kata ini kemudian melahirkan istilah barber yang berarti tukang cukur. Sedangkan Suku Indian di benua Amerika bercukur dengan menggunakan dua keping kerang sebagai jepitan.

Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.

selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.
Pola Bercukur dari tokoh-tokoh masyarakat di Amerika Serikat sering dijadikan rujukan. Diantaranya adalah pola atau gaya bercukur rambut ala Jenderal Ambrose Everett Burnside, komandan tentara dari Potomac dalam Perang Saudara Amerika. Pola cukur yang dianutnya dinamakan pola Burnside yakni dengan membiarkan jambang tumbu melebat panjang sisi telinga sampai ke bagian pipi. Waktu itu sudah ada upaya untuk membuat pisau cukur yang aman, yang tidak melukai kulit pemakainya.

selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.
selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.
selain itu, kaum wanita yang juga ingin berias, memerlukan pisau cukur, sehingga memunculkan pisau cukur yang tidak melukai atau Safety razor yang pertama muncul tahun 1762 oleh seorang tukan cukur profesional, Jean Jacques Perret. Sepanjang tepi pisau yang tajam diberi pengaman dari logam sehingga tidak mudah tergelincir dan melukai kulit. Sekitar 70 tahun kemudian, di Sheffield, Inggris, bentuknya disempurnakan, lebih ringan dan praktis untuk digunakan. Pisau cukur berbentuk T adalah temuan dari Amerika tahun 1880-an, namun pisaunya tidak bisa diganti, harus diasah secara teratur.


perawatan